Tuesday, August 21, 2012

21/8/2012

Betapa banyak yang terlewati
seribu satu jalan dan tetap hanya satu arti
yang masih menunggu hadirmu lagi
walau hanya terkilas dalam mimpi

Aku terdiam dalam heningnya pagi
yang seakan menjadi sedemikian abadi
rasa hampa yang menggerus hati
yang meniadakan harapan untuk esok hari

Pada saat yang sedemikian ini
pundak ini telah lelah menjaga kesadaran diri
tubuh yang terhempas ke kanan kiri
ditingkah dedaunan yang gugur ke bumi

Awan pun menjadi sedemikian kelabu
menghiasi langit yang seharusnya biru
mengenang kembali sejuta kenangan akanmu
yang berjuang dengan segala nyala api kehidupanmu

Karena waktu terus berjalan
maka sebagian orang bilang ku harus bertahan
entah akan menjadi apa nanti masa depan
tapi di masa ini memang ku harus mencari lagi setitik tujuan

(Memoar Idul Fitri Tahun Ini... Buat Bapak...)

0 comments:

Post a Comment